Welcome to the simple blog




Sabtu

Cerita Lucu

Ada sebuah masjid yang setiap harinya di pakai buat sholat khusus untuk preman-preman yang baru insaf,.....
Imamnya bekas preman dan makmumnya juga bekas preman,,,,,,
Pada suatu hari ketika mereka sedang sholat berjama'ah,
Di depan Imam ada dompet seseorang yang jatuh....

Karna konsentrasinya buyar.,,,

Ketika membaca akhir Surat Al-fatihah Imam pun berkata:
"WALAD, DO................................MMPEEEEEET"
dan makmumnya menjawab : "AAAMMMBiiiiiLLL" ...
>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>

Perhatian
Malam ini kalau mau tidur jangan di kamar ya,
Ada himbauan dari Menteri Kesehatan agar tidak terjangkit Demam Berdarah.

"Tidurlah di atas becak, karna NYAMUK cuma takut sama 3 RODA"

>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>

Udin Santree Koplok




Ceritanya Udin tu lagi nyembunyi'in sandalnya Kiyai, Tapi Udin gak mau ngaku, dia malah nuduh orang lain.
Kiyai: "anak anak mana sandal abah?"

Udin: "di sembunyi'in Indah bah, anak santri putri".


Kiyai: "ambil Din".


(Udin langsung nemuin Indah)


Udin: "aku disuruh Abah nyium kamu, boleh gak....?


Indah: "gak boleh".


(Udin berteriak) : "gak boleh baah...".


Kiyai: "kasih NDUK...!!


Udin: "tuh, denger ndiri kan?".


(Indah pun memberikan pipi kanannya)


Udin: "yang kiri lagi...!"


Indah: "gak boleh".


Udin (teriak lagi) : "yang satu gak boleh baah..."


Kiyai: "berikan semua NDUK...!!


Indah: "nih sekalian bibirnya biar gak minta lagi".


Udin: "ALHAMDULILLAAH"

ojok di tiru tapi oleh di conto
Selanjutnya...

Kamis

Adat istiadat

Memang benar adat dan syariat itu sangat jauh berbeda dan tidak ada kesamaannya sama sekali,,,hehe kata-katanya mirip penulis artikel yang sudah mahir, padahal masih jahlun, tapi gak apa-apalah yang happy, hehe...
Perbedaan adat dari masing-masing daerah membuat para ilmuan fiqih bingung untuk menyikapinya, apalagi saya yang masih perlu banyak belajar dari para ilmuan, saya disini hanya menyampaikan apa yang telah saya ketahui, membicarakan adat memang susah untuk di rubah, terkadang para ilmuan telah melarangnya, karna bertentangan dengan hukum syar'i/syariat akan tetapi tetap saja di kerjakan oleh si pengguna adat, malah-malah terkadang mereka menentang hukum syariat secara terang-terangan demi mempertahankan adat-istiadat mereka. astagfirulloh...

Tapi untuk para ilmuan harus jeli menghadapinya,karna kalau terlalu kejam menentukan hukum membuat mereka menjadi patah semangat, hehe, dan karna tidak ada permasalahan yang tanpa pengecualian, dan pesan saya jangan jadi ilmuan yang sekilas pandang, yang asal mengharomkan permasalahan. Sekian.
Selanjutnya...

Rabu

الدِين الاسلام


Jika kita melihat historis idiologi orang-orang indonesia‏ dahulu kala,khususnya pulau jawa mereka roto-roto manut agomo budha,penyembah berhala,mungkin dapat di bayangkan betapa sulitnya ajaran baru di terima,termasuk agama ‎اسلام‎‏ pada waktu itu.

Bahkan lebih tragis lagi kondisi pada waktu itu mayoritas penduduk jawa adalah abangan‏ /keras kepala tidak pernah mau menerima kesalahan dan suka emosi.

Coba anda fikir sejenak dan membayangkan keadaan itu,mungkin agama baru yang belum di kenal dapat mereka terima,seakan sama sekali tidak mungkin,namun kenyataan yang terjadi dan dapat kita rasakan saat ini,berbalik 100%, kebanyakan orang jawa beragama islam,bahkan ada yang menjadi mufti makkah,syeikh annawawi dari banten misalnya.

Kesuksesan ‎اسلام‎‏ di jawa yang telah di komandani sunan-sunan Wali songo ‎‏ ini,tak lepas dari respon para wali tentang adat istiadat yang berlaku di masyarakat di kala itu, maka mereka/sunan-sunan wali songo‏ tidak menentang adat istiadat, sunan Kali Jogo ‎‏ dengan wayangnya, sunan bonang dengan gongnya‏ , bahkan judi dan minum minuman keraspun dapat di jadikan ajang dakwah‏ oleh mereka.

Persoalannya, mampukah kita menjadikan adat sebagai lahan dakwah? Jika tidak, akankah kita membiarkan begitu saja tanpa ada solusinya, dan sanggupkah kita menerima dosa karena telah meninggalkan amar ma'aruf nahi mungkar?‎‏ jika anda normal, pasti anda akan menjawab "tidak".‎‏

Akhir-akhir ini banyak sekali orang yang mengerti hukum sekilas pandang. Yang dapat mengharamkan apapun termasuk adat-istiadat yang telah berlaku, namun ia tidak sanggup memberikan solusi jika hukum itu akhirnya di langgar, coba anda tanyakan pada masyarakat di sekitar anda, dan tawarkan dua pilihan, lebih memilih diberikan hukun tanpa solusi, ataukah diberi solusi agar adat-istiadatnya tidak melanggar syariat agama, pasti mereka menjawab! solusi yang tepat tanpa meninggalkan adat‏ .

Namun kenyataanya para ilmuan saat ini hanya mengedepankan hukum paten, tanpa memberikan solusi, akhirnya ‎اسلام‎‏ terkesan brutal, keras, bengis, anarkis dan lain-lain, padahal ‎اسلام‎‏ diturunkan sebagai rahmat untuk semua umat‏ .
Selanjutnya...